Monday, June 23, 2014

Menggunjingkan Orang Yang Gagal

P#150: Menggunjingkan Orang Yang Gagal
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Apakah orang sukses itu tidak pernah gagal? Pernah dong. Tapi kenapa ya, kita suka memandang rendah orang yang gagal. Hati-hati loh, dia mungkin akan jadi orang sukses dikemudian hari.
 
Kita doyan mencemooh orang gagal karena kita sendiri tidak punya cukup nyali untuk melakukan seperti yang dia lakukan. Kita sinis padanya karena kita tidak berani ambil resiko seperti dirinya.
 
Ternyata memang beda sikap dan perilaku orang sukses itu. Jadi, memang benar jika ada orang yang mengatakan bahwa kesuksesan itu bukan bawaan lahir.
 
Sukses itu merupakan buah dari pohon bernama kegigihan, dengan akar tekad, dan pupuk berupa ketabahan.
 
Orang sukses yang kita kenal hampir semuanya pernah merasakan yang namanya kegagalan. Tapi berbeda dengan orang yang tidak sukses, ketika gagal; mereka terus berusaha lagi. Sedangkan kebanyakan orang lainnya ya udah berhenti aja.
 
Orang sukses juga nggak terlalu ambil pusing dengan komentar miring orang lain. Lihat saja bagaimana biasanya orang menyindir orang sukses yang masih berjuang tertatih-tatih. Ada saja komentar miring orang kan?
 
Saat orang sukses jatuh, orang miring bilang 'noh liat, orang sok sukses akhirnya jatuh'.
 
Mereka mengira itu adalah akhir dari perjuangannya. Padahal, buat orang sukses; kejatuhan itu hanya sepenggal perjalanan menuju sukses yang sesungguhnya.
 
Orang sukses, bisa bangkrut. Dan ketika bangkrut, orang miring menyindir lagi 'Apa gue bilang. Bangkrut kan!?' Katanya.
 
Padahal buat orang sukses, bangkrut itu kadang merupakan harga yang dia bayarkan menuju kesuksesan sesungguhnya dimasa depan.
 
Orang sukses mau bersusah payah untuk menempuh jalur mendaki lagi terjal. Orang miring bilang buat apa seperti itu. Mendingan cara gue yang gampang dong. Padahal, buat orang sukses; jalur terjal itu seperti tangga untuk naik ke tempat yang lebih tinggi.
 
Begitulah bedanya orang sukses dengan orang lainnya. Memang tidak ada yang tahu pencapaian akhir seperti apa yang akan ditemui oleh kedua jenis orang itu.
 
Namun buat orang sukses,  akhir sejatinya bukan semata soal duniawi. Melainkan saat ketika Tuhan mengakui bahwa dia sudah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menggunakan seluruh daya dirinya.
 
Jadi orang sukses tidak terlalu pusing dengan hasil akhirnya. Karena dia percaya bahwa Tuhan melihat apa yang umatNya lakukan. Lagi pula, sifat Maha AdilNya pasti akan memberi hasil yang sepadan kan?
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 23 Juni 2014
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan kaki:
Lebih mudah menggunjingkan orang lain yang gagal, daripada memupuk keberanian untuk menantang diri sendiri mencoba hal-hal yang sulit dilakukan. Padahal, tanpa keberanian itu; kita tidak pernah tahu dimana batas kemampuan kita.

Wednesday, January 1, 2014

Bermain Uno Block?



Selamat pagi sahabat,
Saya bukanlah pemain Uno block yang andal. Iseng2 menemani anak2 bermain Uno, selain mengasyikkan, justru saya menemukan pelajaran berharga soal ketrampilan kerja.
Networking bukanlah yg utama. Keahlian tidaklah menjadi sesuatu yg istimewa. Peluang atau kesempatan bukanlah segalanya. Bahkan, John Maxwell katakan, "Talent is not enough".

Jadi, apa yang penting?

Kita sering terkecoh mencari yang terpenting, terhebat, terbesar, teristimewa, dst... sehingga tanpa disadari kita justru jadi abai terhadap realitas dan fakta.
Kita juga berusaha begitu rupa tampak well prepared dan luar biasa dalam pengetahuan dan pengalaman, namun bisa jadi lupa bahwa orang2 lain di hadapan kita membutuhkan "kita" bukan "pengalaman" kita atau "keahlian" kita.
Saking sibuknya dengan berbagai pikiran mengenai apa yg akan aku katakan, atau bagaimana aku menyampaikannya agar meninggalkan kesan istimewa, kita bisa jadi lupa tentang "siapa sesungguhnya" kita yang ingin dinyatakan kepada orang lain yg kita hadapi. Jadilah segala macam ilmu, teori, tips and trick yang kita pelajari tidak bisa bekerja ketika diperlukan... katanya sih, gurunya salah.... kata yang lain lagi, muridnya kurang cermat belajar dan tidak rajin berlatih, dst...
Mari kita bermain Uno Block dan temukan rahasia sederhana bagi praktek hidup kita...
Sebuah potongan Uno Block yang tersusun di antara potongan lainnya bisa jadi sangat penting atau bahkan tidak penting benar terhadap keseluruhan tumpukan block. Dicabut dengan hati2 dari tumpukannya, maka block yang lain tetap ada kemungkinan untuk jatuh; atau... tumpukan block itu ternyata  tetap utuh berdiri.
Seperti juga tumpukan batu bata pada sebuah dinding tanpa tulang baja, kualitas daya tahan dinding tersebut bukanlah pada batu yg di paling atas, tetapi justru yg ada di paling bawah atau di tengah...
Apakah tercabutnya "sepotong bata" atau "sebuah block Uno" dari tumpukannya akan berpengaruh terhadap tetap kokohnya dinding atau tumpukan Uno block tersebut, atau justru tidak berpengaruh?
Mari, barisan garda depan perusahaan, para "orang kunci" di perusahaan, atau apa pun posisi Anda, jadilah "Penopang" yang kokoh dan ada di tempat yg benar sehingga dinding dapat tetap kokoh. Sesungguhnya bukanlah berada di posisi teratas yang terpenting, tetapi ada di titik strategis yg tepat.
Tidak penting siapa di atas, siapa di bawah, siapa terlihat atau siapa tidak terlihat.
Yang penting justru hanya satu hal saja: Pastikan bahwa "Anda hadir memberikan diri Anda sepenuhnya" dengan fokus dan tulus (apa adanya); dan Anda berada di "tempat strategis" yang menunjukkan pengaruh dari keberadaan Anda. Biarkan dinding itu menjadi kokoh dan tetap kokoh sekalipun ada potongan bata atau block yg dicabut di antaranya. Dan, kalaupun Anda yg dicabut atau dpindahkan... pastikan Anda tetap berkontribusi memastikan bahwa dinding itu tidak roboh kecuali pemilik dindingnya memang ingin merobohkan dinding tersebut.

Berilah diri Anda, bukan pengalaman atau keahlian Anda!

Salam bahagia mengawali aktivitas usaha di tahun 2014.

Wednesday, May 23, 2012

6 Kebutuhan Dasar Manusia

Izinkan saya membahas suatu hal yang sangat berbeda hari ini. Saya yakin
akan sangat bermanfaat.

Mengutip USA Today, 20-30% pria dan 30-50% wanita mengatakan mereka tidak
mempunyai atau punya sedikit sekali nafsu untuk berhubungan intim.

Statistik ini bisa jadi menimpa kita. Bila di luar hubungan kita kelihatan
baik-baik saja, belum tentu di dalamnya benar-benar baik saja. Ada baiknya
kita mengerti dan menguasai ilmu hubungan / cinta. Karena *sehebat apapun
seorang pria atau wanita, bila sudah urusan cinta pasti akan bertekuk lutut.

Seorang pemimpin besar, seorang yang sangat berkarisma di kantor, tetap
saja akan menangis tersedu-sedu bila sudah menyangkut hal yang satu ini.

Sebenarnya manusia itu punya 6 kebutuhan dasar (dipopulerkan oleh Anthony
Robbins):
1. Kepastian / kenyamanan
2. Variasi / ketidakpastian
3. Merasa unggul / signifikan
4. Cinta / hubungan
5. Bertumbuh
6. Berkontribusi

Silakan acuhkan 6 hal ini bila anda tidak ingin membuat hidup anda menjadi
jauh lebih baik. 6 hal ini begitu dasar, sehingga manusia *akan melakukan
apapun* untuk memenuhinya. Baik dengan cara sehat atau tidak sehat, yang
penting terpenuhi!!

1. Kepastian / kenyamanan
Semua manusia butuh kepastian bahwa akan ada pasangannya yang memberikan
kenyamanan untuk dia. Ini makanya wanita akan uring-uringan kalau anda
hanya pacaran tanpa ada niat untuk menikahinya.

2. Variasi

Setelah ada kepastian, manusia butuh variasi. Butuh sedikit
ketidak-pastian. Sedikit tantangan. Ini yang membuat hidup jadi lebih
hidup. Betul?

3. Merasa unggul / signifikan
Setiap manusia, siapapun dia pasti butuh merasa didengarkan. Butuh
'dianggap'. Makanya bila kita terus-menerus 'menginjak' manusia, dia pasti
akan melawan.

4. Cinta / hubungan
Anda, saya, siapapun itu butuh dicintai. Butuh hubungan antar manusia.
Entah dicintai oleh lawan jenis, atau sesama jenis. Bila tidak dapat cinta
dari lawan jenis, maka cinta dari sesama jenispun akan diterima.

Empat kebutuhan dasar di atas dimiliki oleh semua manusia.

Sekali lagi saya ulangi karena penting, dengan cara APAPUN harus
terpenuhi. Entah dengan cara sehat atau tidak.

5. Bertumbuh
Bila tidak bertumbuh manusia mati. Bukankah Darwin mengatakan bahwa yang
bertahan hidup bukan yang paling kuat atau yang paling pintar? Namun yang
paling mau berubah / bertumbuh.

6. Kontribusi
Sebagian manusia butuh berkontribusi. Sudah bukan materi lagi yang menjadi
fokusnya, namun kesempatan untuk memberikan lebih. Saya rasa di negara
kita, ada orang-orang dahsyat seperti ini.

Nah, sekarang mari kita masuk ke intinya. Ada kisah nyata tentang seorang
suami yang suka bermain gitar. Sangat suka. Bahkan istrinya sudah mulai
tidak diperdulikan. Anthony Robbins menyelidiki tentang 6 kebutuhan
dasarnya yang dipenuhi oleh gitar.

Ditanyakan kepada sang suami tentang rasa cinta terhadap gitarnya. Saat
beliau bermain gitar, berapa level kenyamanan (1 paling rendah, 10 paling
tinggi) yang dia dapatkan? Beliau menjawab 10!! . Beliau merasa sangat
nyaman bermain gitar.

Lalu tentang variasi. Apakah beliau merasakan ada variasi di dalam bermain
gitar? Dia menjawab dia merasa sangat banyak variasi. Levelnya mencapai 10!

Seberapa besar rasa unggulnya saat memetik gitar di depan orang banyak?
Seberapa signifikan? Dia mengatakan 10. Dia merasa seperti dewa yang
dielu-elukan.

Apakah beliau merasakan aliran cinta dan hubungan yang kuat dari
penontonnya? Dia menjawab, "Ya, saya merasa cinta dan hubungan yang sangat
kuat dari penonton saat bermain gitar. Level 10".

Apakah beliau juga merasa bertumbuh saat bermain gitar? Dia merasa sangat
banyak bertumbuh saat bermain, maka jawabannya 10.

Apakah beliau merasa bisa memberikan kontribusi lewat gitarnya? Dia
menjawab, "Oh yes, saya merasa bisa memberi sangat banyak kepada penonton.
Level 10".

Bila kita melihat kembali, 6 dari kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh gitar
dengan begitu kuatnya. *Semuanya sampai level 10*. Apakah dia masih mau
mencari kebahagiaan lewat istrinya?

Dia bahkan tidak merasa nyaman, tidak bertumbuh, dan tidak ada variasi saat
bersama istrinya. Bagaimana keluarganya bisa bahagia?

Mungkinkah kita semua juga punya pelarian seperti gitaris di atas? Lewat
pekerjaan, lewat makanan, lewat film, lewat apapun itu. Apakah kita juga
melarikan diri?
Ayo kita ukur, saat bersama pasangan kita, berapa level kenyamanan,
variasi, rasa unggul, cinta, pertumbuhan dan kontribusi kita?

Kalau masih rendah, ayo kita sadari dari sekarang dan kita tingkatkan!

Thursday, May 6, 2010

Selamat Pagi, Selamat berkarya



Hidup ini singkat, hari tua cepat tiba.
Segala kejayaan dan kekuatan dimasa muda,
hanya menjadi kenangan,
pergi tak pernah kembali...

Hidup bagaikan sebuah drama,
yang menjadi raja bukan benar-benar raja,
hanya peran di atas panggung belaka.
Berakhirnya drama berakhir pula semua peran.

Hidup bagaikan mimpi,
seindah apapun,
begitu bangun,
semuanya sirna tak berbekas.
Rumah mewah bagai istana,
harta benda yang tak terhitung,
kedudukan dan jabatan yang luar biasa,
namun .....

Ketika napas terakhir tiba,
Sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi,
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki.

Apalagi yang mau diperebutkan?
Apalagi yang mau disombongkan?

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani.
Jangan terlalu perhitungan,
jangan hanya mau menang sendiri,
suka protes, suka sakiti sesama,
apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita.

Belajarlah, ...
tiada hari tanpa Kasih,
Selalu berlapang dada dan mengalah.

Hidup ceria, bebas leluasa,
tak ada yang tak bisa di-ikhlaskan.

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.

Tak ada dendam yang tak bisa dihapus.
Tak ada alasan tidak bisa, untuk kebaikan.

Sunday, November 1, 2009

Mengkhawatirkan Hal - Hal Kecil

Anda tidak akan mencapai kebesaran yang Anda idamkan
dengan mengkhawatirkan hal-hal kecil,
memikirkan yang kecil-kecil,
dan
melakukan yang kecil-kecil.
Ukuran Anda ditentukan oleh
ukuran dan kualitas dari fokus Anda

Thursday, October 15, 2009

KEBERANIAN

Anda tidak bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan keberanian yang biasa.
Keberanian adalah sebuah kualitas yang memaksimalkan.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan kebesaran dan ketinggian dari yang ingin Anda capai. Yang selain itu, adalah pembatasan kebebasan hati.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan upaya Anda untuk mencapai yang Anda inginkan. Yang selain itu, adalah pembatasan kesediaan bekerja.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan tanggung-jawab yang Anda pikul. Yang selain itu, adalah pembatasan potensi.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan ukuran dan nilai dari kontribusi Anda. Yang selain itu, adalah pengkerdilan hak untuk menerima.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan peran yang Anda minta dari Tuhan. Yang selain itu, adalah pengecewaan tujuan hidup Anda.

Thursday, September 17, 2009

Hidup yg berarti


Berapa umur anda saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.


Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk
kita bersiap melakukan aktivitas,
sebagai karyawan, sebagai pelajar,

sebagai seorang profesional, dll.


Kita memulai hari yang baru.
Macetnya jalan membuat kita semakin
tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa..

Pekerjaan menumpuk,
tugas dari boss yang membuat kepala pusing,
sikap
anak buah yang tidak memuaskan,
dan banyak problematika pekerjaan
harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput...
"Waktunya istirahat..makan- makan.."

Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa buntu..
Pekerjaan menjadi semakin berat
untuk diselesaikan. Matahari sudah
berada tepat
di atas kepala. Panas betul hari ini...


Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...
Perut
kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk.
Aduh
tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja,
kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah
barat...

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.
Gelap
mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini.
Sekarang jalanan macet.
Kapan
saya sampaidi rumah.
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.

Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar...


Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera,
dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di
rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.


Waktunya makan malam tiba.
Sang istri atau mungkin Ibu kita telah
menyiapkan makanan kesukaan kita..
"Ohh.. ada sop ayam".
"Wah soto
daging buatan ibu memang enak sekali".
Suami memuji masakan istrinya,

atau anak memuji masakan Ibunya.
Itu juga kan yang sering kita
lakukan.

..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV.
Tak terasa heningnya
malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita
tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi
kembali menjemput
dan mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan.. ya seperti itu lah kehidupan di mata
sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan,
dan tidur adalah kehidupan.


Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu,
mungkin kita
tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa
bernapas, makan,
minum,
melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam
adalah sama.
Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah
kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.


Kehidupan adalah kesempatan untuk kita
mencurahkan potensi diri kita
untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka
dan duka dengan
orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita,
orang
tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan
terus belajar
tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu
mengucap syukur kepada
Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah ... dll.


Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda?
Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput
hanya anda korbankan
untuk sebuah rutinitas belaka ?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput,
mungkin 5 tahun lagi,
mungkin 1 tahun lagi,
mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau
mungkin
1 menit lagi.


Hanya Tuhanlah yang tahu...

Pandanglah di sekeliling kita... ada segelintir orang
yang membutuhkan
kita. Mereka menanti kehadiran
kita. Mereka menanti dukungan kita.
Orang tua,
saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama...... .
Serta
Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita
masih dipercayakan untuk
menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.


Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas